Kekerasan Anak dan Keluarga Part-2

Published April 5, 2013 by dita8

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai jenis-jenis kekerasan, persentase jumlah kekerasan dan persentase pelaku kekerasan. Kali ini kita akan memaparkan faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan keluarga, dampak dari KDRT, dan pencegahan KDRT.
Dalam islam, kekerasan sudah ada pelarangan. Seperti yang tercantum di dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 19. Dan juga dalam sebuah hadist yang menjelaskan mengenai tidak boleh berlaku kasar terhadap isteri yang memiliki arti:
“Dari Haki bin Mu’awiyah dari bapaknya, Ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW. Apakah kewajiban seorang suami diantara kami atas isterinya? Beliau bersabda: “Engkau beri makan dia, jika engkau makan, dan berilah ia pakaian jika engkau berpakaian, dan janganlah engkau memukul mukanya, jangan engkau jelekkan dia dan jangan engkau jauhi (sepertiduran) melainkan di dalam rumah”. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I dan Ibnu Majah dan Bukhari)”
Walaupun dalam hadist tersebut pelarangan kekerasan pada pihak perempuan, tapi di hadist lain dan ayat Al-Quran lain juga menyatakan pelarangan tindakan kekerasan kepada anak-anak atau siapapun sesama manusia (jika tidak ada alasan yang jelas).
Dari situs kpai.go.id terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah kasus kekerasan pada anak, antara lain:
1. Kultur Indonesia yang sangat kuat untuk melihat seorang anak sebagai hak milik mutlak orang tua yang harus patuh atas keinginan orang dewasa. Hal ini terlihat dari orang tua yang selalu menekan atau menuntut anak untuk mendapatkan juara atau peringkat terbaik di sekolah. Dan tidak hanya di rumah saja, namun aksi menekan atau menuntut anak juga terjadi di sekolah dimana beberapa guru menuntut anak cepat mengerti atas apa yang diajarkan oleh guru. Selain itu, budaya patriarkhi masih kuat dijalankan di Indonesia yaitu adanya relasi kekuasaan yang kuat antara pihak laki-laki dan perempuan.
2. Adanya kemajuan teknologi dan modernisasi pada umumnya menghasilkan peningkatan tekanan hidup masyarakat menurun.
3. Karakter psikis seseorang. Sigmund Freud mendapatkan hasil penelitian dimana didalam diri manusia terdapat dua kekuatan yang saling bersaing untuk keluarmendominasi manusia yaitu keinginan untuk mencintai dan keinginan untuk membunuh.

Setelah kita mengetahi beberapa faktor yang mendorong seseorang melakukan KDRT, terdapat beberapa dampak yang akan terjadi dari KDRT yang terjadi. Dari situs http://www.perempuan.or.id terdapat beberapa dampak KDRT, antara lain:
– Terus menerus mengalami ketakutan dan kecemasan, hilangnya rasa percayadiri, hilangnya kemampuan untuk bertindak serta adanya rasa tidak berdaya.
– Dampak yang paling menakutkan adalah kematian, hal ini dikarenakan adanya kekerasan fisik yang amat berat, pembunuhan ataupun tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.
– Trauma fisik berat. Jika dalam korban berada dalam kondisi hamil maka dampak tidak hanya dirasakan oleh ibu melainkan juga terhadap bayi yang dikandung.
– Hilangnya akal sehat atau gangguan jiwa pada diri korban.
– Timbulnya rasa curiga yang sangat besar kepada orang lain termasuk kepada orang terdekat (orang tua, sudara kandung, teman/sahabat).
– Memiliki kesulitan dalam tidur, sering mendapatkan mimpi buruk karena perasaan takut, menurunnya nafsu makan dan hal yang terburuk adalah korban ketergantungan terhadap obat-obatan tertentu yang dapat menenangkan fikiran dan perasaan.

Taukah kamu, pacaran tidak menjadi jaminan untuk kita mengetahui bagaimana sifat pasangan kita yang sebenarnya. Bahkan untuk beberapa kasus kekerasan yang dialami perempuan terjadi ketika masa pacaran berlangsung. Oleh karena itu, sebelum terjadinya pernikahan penting untuk mengikuti kursus pranikah atau persiapan pengetahuan atas pernikahan kepada pihak-pihak yang memiliki pengalaman atau ahli dibidangnya. Hal yang perlu dipelajari antara lain UU perkawinan, fiqih pernikahan, kesehatan reproduksi, hingga konseling keluarga kepada para ahli.
Lalu bagaimana cara kita mencegah ataupun mengakhiri KDRT yang terjadi baik pada diri kita maupun disekitar lingkungan kita? Hal yang dapat di lakukan oleh kita untuk mencegah atau mengakhiri KDRT antara lain:
– Jika menyadari, melihat, mengalami KDRT disekitar lingkungan anda maka lakukan pelaporan ke pihak-pihak terdekat dan jangan segan untuk mencari bantuan.
– Jangan pernah takut untuk melaporkan tindakan KDRT yang menimpa kita atau orang lain. Jika bisa lakukan pendokumentasian dampak KDRT yang terjadi.
– Apabila kita melihat terjadinya tindakan KDRT pada tetangga kita, maka lakukan perlindungan kepada korban lansung apabila memungkinkan, jika tidak kita tunggu sampai korban tinggal sendiri. Berikan pengertian dan penguatan untuk korban.

KDRT dapat merusak masa depan seseorang, tidak hanya fisik namun psikis juga. Oleh karena itu ayo peduli, Buka Mata, Buka Telinga, Buka Hati, dan Katakan STOP terhadap KDRT. Jika bukan kita yang aware, peduli dan memulai siapa lagi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 80 other followers

%d bloggers like this: