PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK

Published April 28, 2010 by dita8

Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menguasai suatu bahasa mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa, mulai dari orang kaya hingga orang miskin. Perkembangan bahasa pada seorang individu meningkat sesuai dengan meningkatnya usia seseorang. Dalam hal mempelajari bahasa ada dua istilah yang yang termasuk kedalamnya yaitu pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Menurut Kridalaksana (2001: 159) pemerolehan bahasa (language acquisition) sebagai proses pemahaman dan penghasilan bahasa pada manusia melalui beberapa tahap, mulai dari meraban sampai kefasihan penuh, sedangkan pembelajaran bahasa (language learning) diartikan sebagai proses dikuasainya bahasa sendiri atau bahasa lain oleh seorang manusia. Krashen (dalam Johnson & Johnson, 1999: 4) menyifati pemerolehan sebagai proses alami yang berlangsung tanpa adanya perhatian secara sadar terhadap bentuk-bentuk linguistis; kondisi minimal pemerolehan ialah partisipasi dalam situasi komunikasi yang alami. Adapun pembelajaran merupakan proses yang terjadi secara sadar yang oleh Krashen ditandai dengan dua karakteristik: adanya umpan balik dan pengisolasian kaidah. (Fitriani Popi, 2009)

A. Tujuan Berbicara
Berbicara merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat penting bagi seorang individu. Begitu juga dengan seorang bayi, namun pada bayi mereka menggunakan bahsa tubuh mereka untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu bagi seorang anak berbicara tidak sekedar sebuah prestasi yang mereka dapatkan tetapi juga berfungsi untukmencapai tujuan-tujuannya, seperti:
1. Sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan.
Dengan berbicara seorang anak dapat lebih mudah menyapaikan keinginannya, sehingga dapat mengurangi rasa stress atau frustasi anak yang disebabkan oleh ketidak mengertian lingkungan atas apa yang dia inginkan.
2. Sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain
Pada dasarnya seseorang senang menjadi pusat perhatian orang lain. Oleh karena itu seorang anak mencari perhatian sekelilingnya dengan mencecar pertanyaan-pertanyaan serta pendapat-pendapat mereka.
3. Sebagai alat untuk membina hubungan social
Dengan kemampuan berbicara seorang anak dapat diterima dalam sebuah kelompok ataupun masyarakat sekitarnya.
4. Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri
Dengan berbicara seseorang termasuk seorang anak dapat mengetahui bagaimana perasaan dan pendapat orang lain mengenai dirinya sendiri.
5. Untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain
Berbicara mengenai hal-hal yang tidak menyenangkan dan menyakiti orang lain dapat mengakibatkan seorang anak dijauhi dari lingkungannya. Oleh karena itu seorang anak dari masa kecilnya harus diajarkan untuk mengucapkan hal-hal yang baik serta menyenangkan.
6. Untuk mempengaruhi perilaku orang lain
Dengan kemampuan berbicara yang baik, seorang anak dapat menjadi pemimpin di lingkungannya karena dengan odal tersebut ia dapat mempengaruhi teman sebayanya. (Anonim, 2008)

B. Tahap perkembangan bahasa

Oleh masyarakat umum bicara dan bahasa sering dicampur-adukkan, tapi sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Bicara atau speech adalah ekspresi verbal dan meliputi artikulasi, bagaimana suatu kata dibentuk oleh otot-otot bicara. Sedangkan pengertian bahasa atau language lebih luas, mengacu pada keseluruhan sistem mengekspresikan dan menerima informasi secara bermakna. Kendati masalah dalam perkembangan keduanya berbeda, mereka bisa saling tumpang tindih. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perkembangan bahasa pada anak, kita harus mengetahui tahapan perkembangan bahasa seorang anak sesuai dengan umur sang anak. Pada table dibawah ini kita dapat mengetahui kemampuan apa saja yang dapat dicapai oleh seorang anak pada setiap tahapan usianya.

Usia anak Perkembangan Bahasa

6bulan

Berespon ketika dipanggil namanya.
Berespon pada suara orang lain dengan menolehkan kepala atau melihat ke arah suara.
Berespon relevan dengan nada marah atau ramah.

1 tahun
Menggunakan satu atau lebih kata bermakna jika ingin sesuatu, bisa jadi hanya potongan kata misalnya ‘mam’ untuk makan.
Mengerti instruksi sederhana seperti ‘duduk’
Mengeluarkan kata pertama yang bermakna.

18 bulan
Kosa kata mencapai 5-20 kata, kebanyakan kata benda.
Suka mengulang kata atau kalimat.
Dapat mengikuti instruksi seperti “Tolong tutup pintunya!”

2 tahun
Bisa menyebutkan sejumlah nama benda di sekitarnya.
Menggabungkan dua kata menjadi kalimat pendek “Mama bobo”
Kosa kata mencapai 150—300 kata
Bisa berespon pada perintah seperti “Tunjukkan mana telingamu.”

3 tahun
Bisa bicara tentang masa yang lalu.
Tahu nama-nama bagian tubuhnya.
Menggunakan 3 kata dalam satu kalimat.
Kosa kata mencapai 900-1000 kata.
Bisa menyebutkan nama, usia dan jenis kelamin
Bisa menjawab pertanyaan sederhana tentang lingkungannya.

4 tahun
Tahu nama-nama binatang.
Menyebutkan nama benda yang dilihat di buku atau majalah.
Mengenal warna.
Bisa mengulang 4 digit angka.
Bisa mengulang kata dengan 4 suku kata.
Suka mengulang kata, frase, suku kata dan bunyi.

5 tahun

Bisa menggunakan kata deskriptif seperti kata sifat.
Mengerti lawan kata: kecil-besar, kasar-lembut.
Dapat berhitung sampai 10.
Bicara sangat jelas kecuali jika ada masalah pengucapan.
Dapat mengikuti 3 instruksi sekaligus.
Mengerti konsep waktu: pagi, siang, malam, besok, hari ini dan kemarin.
Bisa mengulang kalimat sepanjang 9 kata.
(Anonoim,2009a)

Dari data diatas dapat kita spesifikasikan lagi menjadi lima tahap perkembangan bicara dan bahasa pada seorang anak, yaitu:
1. Reflexive Vocalization
Terjadi pada anak berusia 0-3 minggu, pada tahap ini bayi masih menyuarakan tangisan yang berupa reflex, tanpa kehendak tehadap lingkungannya (tidak perduli dengan lingkungan sekitar). Setelah > 3 minggu, kita bisa membedakan mana tangisan lapar dan mana tangisan kepanasan.
2. Babbling
Terjadi pada anak yang berusia 3 minggu -2 bulan, pada masa ini anak mengeluarakan suara-suara yang tidak jelas seperti orang yang sedang kumur-kumur dan sering melengkingkan suara.
3. Lalling
Tahapan ini merupakan tahapan ketiga disaat bayi berusia 2-6 atau 7 bulan. Pada masa ini anak sudah mulai dapat mendengar dan mengulang-ulang suku kata, seperti ba..ba..,ma..ma.., dan sebagainya.
4. Echolalia
Tahapan keempat disaat anak berusia 10 bulan, di masa ini bayi sudah dapat mendengar suara-suara di sekitarnya dan menirukannya dengan ekspresi wajah dan isyarat tangan.
5. True Speech
Dimasa ini bayi sudah dengan berbicara dengan benar walaupun pengucapannya belum sempurna. Di tahapan ini bayi telah berusia 18 bulan.
(Anonim, 2008)

C. Kelainan berbicara seorang anak.
Setelah mengetahui tahapan – tahapan perkembangan bahasa pada anak, kita dapat mengetahui apakah anak kita telah mengalami perkembangan bahasa sesuai dengan waktunya atau tidak. Jika hal ini tidak terjadi (terjadi keterlambatan) maka ini biasa dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan tersebut, antara lain adalah adanya faktor yang sifatnya fisiologis seperti gangguan pada organ oral seperti pada otot lidah, gangguan cara kerja otak, gangguan pendengaran atau infeksi telinga. Unruk gangguan pendengaran, seseorang yang mengalami gangguan pendengaran akan mengalami kesulitan dalam memahami, menirukan dam memahami suatu bahasa. Contohnya adalah Hellen Keller, ia mengalami tuli (tidak dapat mendengar) hal ini mengakibatkan ia tidak dapat berbicara karena ia tidak mendapatkan stimulus atau pembelajaran bagaimana sebuah kata diucapkan. Keterlambatan juga bisa terjadi jika adanya kelainan fisik, seperti kelainan lidah atau langit-langit mulut.
Selain itu, faktor lainnya adalah kurangnya stimulasi yang diberikan kepada anak. Seperti contonhnya pada kasus berikut ini yaitu pada tahun 1799 seorang anak laki-laki yang telanjang terlihat sedang berlari melalui pepohonan di Perancis. Victor, nama anak laki-laki itu, ditangkap ketika ia berusia kira-kira 11 tahun. Diyakini ia telah hidup di alam liar itu sekurang-kurangnya 6 tahun. Ia disebut “Wild Boy of Aveyron” (Lane, 1976). Ketika ditemukan, ia sama sekali tidak berupaya untuk berkomunikasi. Bahkan setelah bertahun-tahun ia tidak pernah bisa belajar berkomunikasi secara efektif. Selain itu juga ada kasus yang serupa terjadi pada tahun 1970 di Amerika, dimana seorang anak perempuan berusia 13 tahun bernama Genie, yang seumur hidupnya terisolasi, sehingga ia tidak dapat berkomunikasi. Bahkan ia membutuhkan empat tahun untuk dapat merangkai dua atau tiga kata terangkai.
D. Hal-hal yang harus dilakukan
Dari penjelasan di atas telah diketahui bahwa perkembangan bahasa dan berbicara seorang anak merupakan kombinasi antara pola pengasuhan orang tua dan kemampuan alamiseorang anak sendiri. Selain itu faktor ingkungan juga memiliki andil dalam hal perkembangan bahasa dan kemampuan berbicara seorang anak. Dan setelah kita mengetahui apa saja yang mengyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam hal kemapuan bahasa dan berbicaranya maka orang tua harus melakukan beberapa tindakan. Salag satunya adalah mulai membacakan cerita-serita yang ringan disaat anak masih didalam kandungan. Hal ini berlanjut hingga ia balita.
Selain memberikan stimulus kepada anak kita juga bisa memperhatikan dan memberikan beberapa hal yang dapat membantu anak untuk lebih berkembang dalam ha kemapuan bahasa dan berbicaranya. Seperti:

1) Memperhatikan kematangan alat berbicara
Dalam hal ini kita para orang tua harus memperhatikan organ fisik seorang anak apakah lengkap atau tidak. Karena jika terjadi kecacatan fisik seperti tidak adanya langit-langit mulut dan tuli akan menyebabkan ia sulit unutuk berbicara.
2) Adanya model yang baik yang dapat dicontohkan oleh anak
3) Kesempatan berlatih
4) Kesiapan berbicara
Para orang tua harus memperhatikan kapan si anak mulai bisa diajarkan berbicara. Biasanya seorang anak dapat diajarkan berbicara mulai usia 12-18 bulan.
5) Motivasi untuk berbicara dan berlatih
6) Bimbingan
Bimbingan disini maksudnya adalh memberikan stimulus-sitimulus melului sebuak kata yang diucapkan secara perlahan-perlahan agar dapat diikuti oleh sang anak.

Daftar Pustaka

Fitriani, Popi.2009 Jurnal Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak. http://mradhi.com/. [15 Desember 2009 16:00]
[Anonim].2008.Perkembangan Bahasa Pada Anak.http://massofa.wordpress.com. [15 desember 2009 16:05]
[Anonim].2008 Menstimuli Perkembangan Bahasa Pada Anak. http://edukidz.multiply.com/contacts. [15 Desember 2009 15:45]
[Anonim].2008.Kemampuan Berbicara dan Bahasa Pada Anak Anda. http://www.pediatrik.com/tips/20060220-sp0jtv-tips.doc.%5B15 Desember 2009 16:14]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: