“Mengembangkan” Kecerdasan Kognitif Anak Usia Sekolah

Published May 17, 2010 by dita8

Pada tahapan sebelumnya daya pikir anak masih bersifat imaginative dan egosentris, namun pada usia sekolah in, daya pikir anak lebih konkrit, rasional, dan objektif. Dalam teori perkembangan Piaget disebut dengan teori concrete operations (kongkret opersaional).

Tahap operasi konkret (concrete operations) dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu yang logis. Anak sudah memperkembangkan operasi-oprasi logis. Operasi itu bersifat “reversible”, artinya dapat dimengerti dalam dua arah, yaitu suatu pemikiran yang dapat dikemblikan kepada awalnya lagi. Tahap opersi konkret dapat ditandai dengan adanya sistem operasi berdasarkan apa-apa yang kelihatan nyata/konkret.
Seorang anak masuk kedalam tahapan kongkret operasional ditandai dengan dia telah masuk kedalam usia sekolah. Kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri, yaitu:
1. Konkrit : Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
2. Integratif: Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktifyakni dari hal umum ke bagian demi bagian.
3. Hierarkis : Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks

Ciri– ciri perkembangan operasional kongkret:
1.Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh.
2.Melihat dari berbagai macam segi.
3.Seriasii, yaitu proses menyusun unsur-unsur menjadi semakin besar atau semakin kecilnya.
4.Klasifikasi . Yaitu mengklasifikasikan berbagai jenis objek.
5.Bilangan. Dimana anak sudh mengerti soal korespodensi dan kekekalan.
6.Ruang, waktu dan kecepatan.
7.Probabilitas atau perbandingan antara kasus-kasus yang ada.
8.Penalaran ketika pembicaraan.
9.Egosentrisme dalam pemikiran dan Sosialisme.

Beberapa gangguan yang terjadi pada Anak Usia Sekolah

Penolakan Sekolah (School Refusal)

Seperti tidak mau sekolah. Hal ini dapat disebabkan karena adanya perlakuan yang tidak menyenangka yang diterima oleh si anak.

Gangguan Belajar
Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu :
Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa
Gangguan Kemampuan Akademik (Academic Skills Disorders)
Terdapat beberapa jenis gangguan kemampuan akademik yang sering dikeluhkan oleh orang tua, diantaranya adalah :

    Gangguan Membaca
    Disleksia (kesulitan dalam perolehan bahasa-tertulis atau membaca dan menulis )
    Gangguan Menulis Ekspresif
    Gangguan Berhitung (Diskalkulia)
    Gangguan Tidur

Hiperkinetik Atau Gangguan Motorik Berlebihan (Anak tampak tidak mau diam dan tidak bisa duduk lama. Bergerak terus tak tentu arah tujuannya. )

Gangguan Koordinasi Dan Keseimbangan

Gangguan ini ditandai oleh aktifitas berjalan seperti terburu-buru atau cepat sehingga kemampuan berjalan terlambat. Bila berjalan sering jatuh, atau menabrak benda di sekitarnya. Gangguan lainnya adalah bila berjalan jinjit atau bila duduk bersimpuh posisi kaki ke belakang seperti huruf W.

Gangguan Konsentrasi Atau Gangguan Pemusatan Perhatian

Impulsif
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar.

Gangguan Emosi Dan Agresif

Gangguan emosi pada anak usia sekolah ditandai anak tampak mudah marah, gampang berteriak, bila marah sering histeris, melempar benda yang dipegang hingga temper tantrum. Penampilan fisik lainnya adalah meninju, membanting pintu, mengkritik, merengek, memaki, menyumpah, memukul kakak/adik atau temannya, mengkritik diri sendiri, memecahkan.

Gangguan Depresi

Gejala-gejala seperti: perasaan sedih yang berkepanjangan, suka menyendiri, sering melamun di dalam kelas/di rumah, kurang nafsu makan atau makan berlebihan, sulit tidur atau tidur berlebihan, merasa lelah, lesu atau kurang bertenaga, merasa rendah diri, sulit konsentrasi dan sulit mengambil keputusan, merasa putus asa, gairah belajar berkurang, tidak ada inisiatif, hipo/hiperaktivitas.

Autism
Gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders)
Gangguan ini ditandai dengan adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatiannyapada sesuatu yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan anak lain yang seusia, Biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsive.


Cara Mengatasi Keterlambatan Perkembangan Sosial Kongkret

Orang tua dapat memberikan stimulus untuk anaknya yang berada pada usia sekolah dengan cara bermain.
Memperkaya Lingkungan Rumah
Lingkungan rumah perlu disulap dengan beragam kegiatan dan fasiltas. Bagian terpenting untuk menemani anak belajar adalah kehadiran orangtua.
Bahasa/Linguistik
Cinta Buku atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv, serta banyak berlatih menulis.
Logika/Matematika
Sediakan instrumen matematik, Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur. Gunakan peralatan serta perkenalkan dengan teknologi computer dasar.      
Musikal/Ritme .
Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak
Gerak tubuh/Kinestetik
Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan koordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. Juga berperan dalam perkembangan cerebellum, Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya.
Naturalis/alam
Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. .
Intrapersonal
Hargai privasi anak. Dukung anak menyalurkan hobinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: