“Apabila surga dan neraka tidak ada apakah kalian akan tetap shalat?”

Published February 27, 2011 by dita8

Nah untuk pertanyaan yang ini, saya pernah sharing juga dengan kakak kelas, dan beliau menjawab: “Shalat merupakan kewajiban umat muslim di seluruh dunia, dan shalt merupakan salah satu dari rukun iman. Nah, kalau tak ada surge dan neraka apakah masih shalat? Kalau untuk kakak iya, karena shalat merupakan perintah Alloh. Dan kita hidup di dunia adalah untuk menyembah Alloh sesuah janji kita, dimana apa yang diperintahkannya akan kita lakukan. Masalah kita akan dapat neraka atau surge itu saya serahkan kembali kepada Alloh sang penguasa semesta dan isinya.”

Untuk jawaban beliau dita setuju, dan dita ingin menambahkan sedikit pendapat dita. Kita di dunia ini adalah hamba Alloh yang harus mematuhi segala perintah yang dia berikan. Terus, kita melakukan semuanya adalah untuk mendapatkan ridho Alloh, dimana ada surge di dalamnya. .

Nah ini ada sedikit cuplikan artikel yang dita ambil:
Kalau surge da neraka tak pernah ada, apakah kita akan tetap bersujud kepada-Nya?
Jawabannya:
1. Pertama kalau kita yakin pada Allah maka tentu jawabnya ada, karena existensi keduanya dijelaskan di kitab suci.
2. Kedua, konsep ini bisa dipandang untuk menegakkan keadilan. Karena ada orang-orang yang melakukan kriminalitas, misalkan seperti korupsi dan menyerang negara lain seperti yang sering dilakukan Amerika, tidak bisa diadili olehpengadilan manusia di dunia. Maka para kaum tertindas masih punya harapan bahwa para penindas tersebut akan mendapatkan keadilan di Neraka.
Manusia pertama diciptakan disurga sehingga pada hakekatnya akan kembali ke asalnya di surga. Tapi perjalanan kembali pulang tersebut dihalangi oleh ego, tidak mau benar2 berserah diri kepada Allah. Ego inilah yang kemudian menambah tebal hijab / tembok melihat hakekat kehidupan sebenarnya, membuat kesadaran manusia turun menjadi sekedar kesadaran materi.
Berbagai peristiwa cobaan diberikan kepada manusia adalah untuk mengikis ego tersebut sehingga dia bisa melihat jalan pulang. Agar kembali kepada orientasi / visi menuju Allah. Bagi yang berhasil mengikis ego tersebut dan berserah diri kepada Allah maka eksesnya adalah menemukan jalan pulang yaitu ke surga. Bagi yang sampai berpisahnya ruh dengan jasad (alias mati) belum juga berhasil
mengikis ego, masih meng-ilahkan (mementingkan) nafsunya sendiri maka dengan sangat terpaksa masuk ke proses pengikisan ego berikutnya, yaitu neraka. Kalau sudah di neraka, manusia jadi menyerah total, tidak mungkin egonya tidak terkikis.Saat itu pastilah manusia sadar bahwa dirinya tidak ada apa2nya..namun sudah terlambat. Jadi, surga dan neraka adalah akibat yang diterima manusia dalam mengikis egonya, membuang semua ilah (yang paling dipentingkan, yg paling dicintai, yg paling dipatuhi), yang ada hanya Allah.

Beberapa hal yang membuat kita melakukan kewajiban kita kepada Alloh:
1. Sekedar gugur kewajiban
2. Mencarai pahala
3. Berharap surge
4. Takut dengan nerake
5. “berdagang” dengan Alloh
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? – (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, – niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (Ash Shaff(61):10-12)
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah(2):261)
“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak,” (Al Hadiid(57):11)
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.”(Al Hadiid(57):18)

Ada 6 tiket menuju surge yang ayo kita rebut bersama-sama, yaitu:

1) Qod aflakhal mukminuun. Alladziina hum fi sholatihim khasyi’uun
yaitu orang-orang yang khusyu’/ tenang dalam sholatnya. Orang yang sholat tapi tidak asal sholat. Mereka sholat dengan menghayati artinya, mereka merasa dibelakangnya ada malaikat maut, di kanannya syurga, di kirinya neraka, di depannya ada jembatan siratal mustqim. Dia berharap-harap cemas apakah sholatnya diterima Alloh/ tidak.
Paling tidak kita (cowok) jangan sampai meninggalkan sholat berjamaah di masjid. Karena sholat dengan thuma’ninah memang sangat sulit, hanya Rasululloh SAW yang mampu melaksanakannya. Namun Alloh menilai seseorang dari proses bukan hasil. Jadi, teruslah berusaha untuk sholat dengan khusyu’ Saudaraku…
2) Walladziinahum ‘anillaghwi mu’ridhuun
Yaitu orang yang meninggalkan perkatan dan perbuatan yang sia-sia. Kebiasaan buruk kita terkait perkatan sia-sia pada umumnya adalah ngrasani (terutama kaum wanita tapi tidak menutup kemungkinan laki-laki bermulut wanita). Terkadang kita ngobrol ngalor-ngidul begadang sampai malam gak ada yang diomongin lagi bahannya sudah habis, akhirnya rasan-rasan. Si A itu kalau jalan kok oleng kayak…Si B mulutnya mancung kayak…Si C kalau tidur mulutnya menganga kayak… Daripada begadang, nonton acara gosip, mending murojaah hafalan, dengerin naseed/ sholawatan, main sepak bola, berkunjung ke kos teman. InsyaAlloh itu lebih bermanfaat.
3) Walldziinahum li zakaati fa’iluun
Yaitu orang-orang yang menunaikan zakat, baik zakat fitrah atau zakat maal. Terkadang kita masih menganggap sholat lebih penting daripada zakat, itu anggapan yang salah. Karena Alloh memposisikan sholat sama kedudukannya dengan zakat (wa aqimussholat wa atuzzakat/ dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat). Sholat dan zakat adalah sama-sama rukun islam, sama pentingnya yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu.
4) Walldziinahum li furuujihim khafidzuun
Yaitu orang-orang yang mampu menjaga kemaluannya.
5) Walladziinahum li amanatihim ra’uun
Yaitu orang-orang yang selalu menepati janjinya apabila berjanji. Tepatilah janjimu, jangan suka mengingkarinya. Lebih baik katakan tidak bisa daripada jawab iya karena merasa gak enak/ biar nyenangin orang yang diajak bicara. Semoga kita diselamatkan dari golongan orang munafik, karena orang munafik tempatnya berada di seburuk-buruk tempat yaitu neraka yang paling dalam (fiddarki asfaliin).
6) Walladziinahum li sholawatihim yukhafidzuun
Yaitu orang-orang yang terpelihara sholatnya.
Maksudnya: Dimanapun dia berada, dalam kondisi apapun dia tetap keadaan sholat yaitu sholatnya mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
Terkadang ada orang sholat tapi tetep suka korupsi, mencuri, dan berlaku maksiat lainnya. Sholatnya hanya di masjid tapi setelah keluar dari masjid dia melepas baju takwanya. Dia menggunaka prinsip STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan). Semoga kita termasuk orang-orang yang sholat dalam kondisi apapun, dimanapun, dan kapanpun. Amiin..
(Biar lebih mantap, bukalah quran antum surat mukminun 1-11)

Ayo kita bareng-bareng mencari dan mendapatkan tiket tersebut, tidak ada kata terlambat untuk mengubah segalanya.. dita juga masih belajar, kita semua masih belajar.. jadi janga ada rasa minder atau kecewa.. SEMANGAT!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: