Manusia Indonesia? Masihkah seperti yang dulu atau sudah berubah?

Published December 22, 2012 by dita8

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang berat. Mungkin bukan membahas tetapi sedikit memberikan informasi dari sebuah buku yang berjudul “MANUSIA INDONESIA, Sebuah Pertanggungjawaban” karya Mochtar Lubis Tahun 1988. Buku ini berisikan sebuah ceramah yang diadakan pada tanggal 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki- Jakarta. Bahasan kita yaitu mengenai Manusia Indonesia. Jika anda mendengar kata “Manusia Indonesia”, apa yang ada di dalam benak anda? Mungkin jika kita lihat daei sifatnya mungkin bisa diambil beberapa sifat yang sedikit umum, antara lain “Tukang protes, tidak sabaran, manusia yang pintar tapi belum sadar”. Mengapa saya menjabarkan mengenai topik ini? Karena saya sudah sedikit resah dengan masa depan negara saya yang tercinta yaitu Indonesia. Dan semoga tulisan ini dapat menjadi pembelajaran dan perenungan bagi kita semua yang membacanya. Sehingga paling tidak kita dapat mengubah sikap kita untuk kedepannya dan menjadikan Indonesia kearah yang lebih baik.

 

Dalam buku ini terdapat beberapa ciri manusia Indonesia, apa saja itu? Akan saya jabarkan satu persatu.

1. Manusia Indonesia itu HIPOKRITIS alias MUNAFIK. Maksudnya lebih sering berpura-pura, bermuka dua (lain dimuka lain di belakang). Sifat ini biasanya muncul pada diri seseorang karena takut akan mendapatkan ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. Konteksnya lebih kearah ABS (Asal Bapak/Bos Senang). Biasanya konteks ini masih ada karena yang berkuasa senang di-ABS-kan oleh bawahannya dan juga kebalikannya. SEMOGA CIRI INI SUDAH TIDAK ADA ATAU BERKURANG DI INDONESIA AAMIIN. Katakan hitam jika itu hitam dan katakan putih jika itu putih.

 

2.Masyarakat Indonesia biasanya segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatan, keputusan, kelakuan, pikiran dsb. Lebih sering dengan perkataan “Bukan Saya”. Dalam buku ini dijelaskan sikap ini muncul berakar dari sikap manusia terhadap kekuasaan. Maksudnya, sistem kekerajaan dimana yang berkuasa sangat tidak sudka mendengar kritikan, dan orang lain amat segan untuk melontarkan kriktik terhadap atasan. Dan SEMOGA SIFAT INI JUGA SUDAH TIDAK ADA DI MASYARAKAT INDONESIA. Semoga kita bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan yang sudah kita ambil. Berlaku jujur tidak hanya memberikan ketenangan di hati dan memberikan kondisi yang baik, namun juga Ridha Alloh akan hadir dan melancarkan kerjaan kita yang dapat menimbulkan kesuksesan.

 

4. Masyarakat Indonesia masih sangat percaya dengan takhayul. Tidak dapat dipungkiri takhayul dg percaya atas sesuatu yang bersifat ghaib masih sangat kental dengan kebudayaan Indonesia yang diwarisi serta diyakinkan secara turun temurun ke anak cucu. Hal inilah yang menjadikan masyarakatnya masih sangat memegang teguh hal tersebut, terutama di beberpa daerah tertentu yang masih sangat teguh dg kepercayaan dan tradisi tersebut. Kepercayaan tersebut menjadikan masyarakatnya menjadi pembuat lambang. Semoga kepercayaan tersebut bisa hilang atau berkurang di masyatakat Indonesia sehingga tidak merusak keyakinan agama yang dimiliki masyarakatnya. Percaya bahwa ada makhluk lain selain manusia, tumbuhan, hewan adalah wajib. Karena dalam Alquran juga menyatakan bahwa ada makhluk gaib yang diciptakan juga untuk tunduk dan menyembah Sang Maha Pencipta dan Penguasa. Akan tetapi kita tidak boleh meyakininya lebih dari kita menyembah Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

 

5. Manusia Indonesia itu artistik. Maksudnya manusia Indonesia lebih banyak hidup dengan naluri atau perasaan. Hal ini terlihat dari seni atau kebudayaan yang ada di Indonesia, dimana setiap daerah memiliki kebudayaan mereka sendiri yang berbeda. Sifat inilah yang menjadikan manusia Indonesia merupakan orang yang sangat kreatif, memiliki sense terhadap kesenian, keindahan, mudik yang tinggi. Akan tetapi tidak banyak yang sadar dan mengembangkannya, dan tidak banyak yang mendukung untuk mengembangkannya. Semoga dengan tingkat kreatifitas masyarakat Indonesia yang tinggi, kebudayaan yang beragam, Indonesia dapat lebih di kenal dan lebih maju di dunia. Dan dapat mengalahkan negara lain yang sedang terkenal karen mereka mendapat dukungan dr berbagai pihak atas seninya (Korea, Jepang, dll). 

 

6. Katanya masyarakat Indonesia itu memiliki karakter yang kurang kuat (terutama dalam mempertahankan atau memperjuangkan keyakinan) dan berwatak lemah. Dimana dapat dengan mudah mengubah keyakinan yang dimiliki demi dapat bertahan atau juga karena dipaksa oleh orang yang lebih berkuasa. Nah sifat ini berkesinambungan dengan sifat ABS yang dimiliki sebagian kecil (semoga, aamiin ya Alloh) masyarakat Indonesia. Apabila sifat ini masih tertanam di otak masyarakat Indonesia maka lama kelamaan, cepat atau lambat, Indonesia dapat hancur.

 

7. Ciri lainnya, dalam buku ini ada beberapa ciri lain yang semoga sifat ini sudah berkurang di masyarakat Indonesia. Karena beberpa sifat ini bisa dikatakan sangat buruk untuk keberlangsungan hidup nantinya. Sifatnya antara lain: 

-cenderung boros

-lebih suka untuk tidak bekerja keras kecuali karena terpaksa atas perintah atasan. Masyarakatnya cenderung lebih cepat puas dengan apa yang sudah ada walaupun mungkin hal tersebut masih kurang untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.

-menjadi PNS merupakan cita2 untk sebagian masyarakat Indonesia, karena lambang status yang baik dan tinggi (mungkin bisa jadi), juga karena uang yg didapatkan bisa lebih banyak (padahal menjadi wirausaha dapat lebih-lebih banyak).

-ingin menjadi kaya dan sukses dengan cara instan atau cepat.

-orang yang kurang sabar, suka menggerutu dengan hanya berani berkata hal buruk di belakang orang lain.

-kurang disiplin, terutama disiplin terhadap waktu dan peraturan yang ada. Hal ini bisa telihat dari sebagian masyarakat Indonesia yang belum bisa ON TIME. 

-cepat cemburu dan dengki apabila ada orang di sekitarnya yang lebih daripada ia sendiri.

-jika bisa dipersulit dan berliku atau lebih lama kenapa harus dipercepat. Dalam kondisi ini masyarakat Indonesia lebih sering menunda sesuatu atau mengerjakan sesuatu. Karena beberpa orang berperinsip “Kalau bisa dikerjakan besok kenapa harus dikerjakan sekarang”.

-dan beberpa sifat lain yang masih banyak lagi

 

Apakah masih seperti itu sifat kita? Semoga tidak. Semoga dengan kita menyadari kekurangan kita, kita dapat memperbaiki diri kita sehingga bisa lebih maju dan lebih berjaya serta tidak kalah dengan negara lain. Semoga kita bukan lagi menjadi bangsa yang dengan mudahnya diinjak-injak oleh negara lain. Selain itu semoga negara kita bisa menjadi negara maju, tidak hanya diam menjadi negara berkembang.

Selain itu, semoga para pemimpin kita atau orang yang akan memimpin dapat lebih memikirkan bagaimana memajukan lingkungan dan masyarakat yang dipimpin. Bukan memperkaya diri dan keluarga dengan melakukan pembohongan disana sini. Juga semoga masyarakat Indonesia dapat lebih cerdas dalam menanggapi dan menbyelesaikan suatu masalah. Tidak selalu menggunakan OTOT tetapi juga menggunakan OTAK.

 

Jadilah manusia yang memiliki hati, cinta, kasih sayang, perhatian, kepedulian terhadap sesama seluas alam semesta. Dan memiliki pengelihatan setajam burung elang. 

 

(Tulisan ini juga menjadi pembelajaran bagi saya, sehingga saya bisa menjadi lebih baik lagi dan menjadi masyarakat yang dapat memajukan keluarga saya nantinya dan Indonesia kedepannya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: