Liburan yang Menyenangkan dengan Biaya yang Rendah.

Published January 3, 2013 by dita8

Apa kabar Bunda dan Ayah, sudah lama kita tidak membahas mengenai keluarga, anak, atau konsumen dan hal-hal lain yang berhubungan dengan ketiga tema tersebut. Gak kerasa masa liburan sekolah si kecil sudah mau habis aja bunda. Gimana liburanya? Sudah liburan kemana saja? Kebun binatang? Kebun buah? Pantai? Puncak? Wah pasti seru sekalai ya bisa pergi berlibur dengan keluarga tercinta untuk menghilangkan penat, menambah keakraban anggota keluarga serta mengisi stamina keluarga.

Atau ada juga bunda dan ayah yang tidak pergi liburan karena terkendala biaya atau waktu?

Tidak usah khawatir ayah bunda. Liburan anak, tidak harus diisi dengan pergi keluar kota menghabiskan uang dan waktu bersama kok bunda. Terutama bagi bunda dan ayah yang tidak bisa berlibur karena terkendala pekerjaan atau juga kondisi keuangan yang kurang baik. Liburan di rumah juga bisa menyenangkan dan gembira.

Ada beberpa tips liburan dirumah yang bisa bunda dan ayah terapkan di rumah bersama anak-anak tercinta yang menghemat biaya atau waktu. Apa saja tipsnya? Perhatikan beberapa tips yang saya kumpulkan dari media televisi, majalah, dan melihat kondisi lingkungan sekitar.

1. Mengisi liburan dengan berkebun bersama anak.

Bunda ayah, berkebun dengan anak bukanlah mengajarkan kepada anak untuk berkotor-kotor ria saja, melainkan bisa menanamkan rasa cinta terhadap tumbuhan, keindahan, dan keserasian, serta kesabaran. Jadi berkebun itu walaupun kotor nantinya, dapat memberikan manfaat positif. Jadi ingat selogan salag satu deterjen pencuci baju “BERANI KOTOR ITU BAIK :)”. Ketika berkebun, berikan anak perlengkapan yang sama dengan perlengkapan yang ayah bunda pakai. Ajarkan mereka mengenai cara menanam, nama tumbuhan serta manfaat. Selain itu, bunda dan ayah juga bisa melakukan dongeng dengan menceritakan kisah-kisah yang berhubungan dengan manfaat hutan dan tumbuhan, atau kesabaran seorang anak yang menanam tumbuhan. Tidak hanya menanam tumbuhan yang sudah tumbuh, bunda dan ayah juga bisa menambahkan dengan mengajak anak menanam biji tumbuhan disebuah tempat. Dan mengajak anak untuk merawat biji tersebut hingga tumbuh (melatih kesabaran).

2. Mengisi liburan dengan memasak makanan bersama.

Nah bunda, bagi bunda yang suka memasak tapi suka merasa terganggu karena diganggu anak atau hanya memiliki sedikit waktu liburan bersama anak karena bekerja. Mungkin cara ini bisa menjadi jalan tengah yang dapat di ambil. Memasak dapat mengajarkan anak mengenai kehati-hatian, cinta, sabar, berhitung, proses, serta saling berbgai. Masakan yang dibuat tidak hanya sebatas kue kering (biskuit) atau cake atau barbeque saja, tetapi juga bisa dengan membuat dan menghias coklat, membuat roti lapis, hingga memasak masakan yang sulit yang memerlukan berbagai langkah. Hal yang harus diperhatikan bunda jika melakukan masal memasak bersama anak adalah

-keamanan atas peralatan yang dipakai terhadap anak, mulai dari pisau, penggunaan celemek, kompor, oven, wajan, listrik dll.

-keamanan atas bahan yang digunakan terhadap masakan. Seperti bahan yang terlalu keras, masih hidup, dan kandungan atas bahan makanan itu sendiri.

-tingkat kreativitas anak, dalam proses memasak sebaiknya bunda hanya berperan sebagai pemerhati pekerjaan anak, kurangi rasa “perfect” dari bunda untuk anak, berikan kebebasan anak untuk bereksperimen dalam menata. 

3. Mengisi liburan dengan melakukan penataan ulang kamar anak.

Hal ini merupakan hal yang baru bagi keluarga serta bagi anak. Ya, menata ulang kondisi kamar anak bersama dengan anak dan mengikutsertakan anak dalam merancang kamarnya sendiri. Kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas anak, serta melatih anak untuk bertanggung jawab atas keputusan yang telah ia ambil. Namun, walaupun anak yang menentukan bagaimana kamarnya nantinya. Bunda tetap harus mengawasi dan membatasi apa saja yang boleh masuk dan keluar dari kamar. Sehingga kamar anak tersebut bukanlah seperti kamar kos mahasiswa (dimana semua ada), melainkan kamar tidur dimana anak bisa beristirahat dan menenangkan fikiran dan menumbuhkan konsentrasi dan kreatifitas. 

Kamar seorang anak berusia dibawah 18 tahun tidak perlu ada televisi didalam kamarnya, apalagi kulkas. Hal tersebut dikarenakan, apabila didalam kamar sudah dilengkapi dengan semua fasilitas maka komunikaasi yang terjalin dengan ayah dan bunda akan semakin sedikit. Sudah waktunya sedikit, dan akan menjadi lebih sedikit lagi dengan kondisi tersebut. Selain itu, ayah dan bunda akan kesulitan mengontrol film atau situs apa saja yang diakses oleh anak. Bukan berarti anak tidak boleh ada privasi, akan tetapi semuanya harus ada batasan sesuai dengan norma, umur, agama, dan nilai keluarga yang berlaku didalam rumah.

4. Hal lain yang bisa dilakukan adalan Mengisi liburan anak dengan mengajak anak ke museum.

5. Atau Mengisi liburan dengan berkunjung ke Planetarium atau pusat Sains di daerah (jika daerah tersebut memilikinya)

 

Yang paling terpenting, dalam mengisi liburan bersama dengan anak adalah tetap menjaga keakraban serta meningkatkan jalinan keluarga dan keakraban yang telah terjalin. Sehingga setelah masa liburan ayah bunda dan anak dapat menjadi lebih fresh, kompak, dan kokoh. Jadi ketika masuk sekolah atau rutinitas seperti biasa akan banyak energi-energi positif yang terpancar.

 

Serta, liburan tidak harus menghamburkan banyak uang. Dengan dana yang terbatas manfaat yang didapat bisa tetap didapat.

 

Selamat liburan🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: