Melatih anak

Published March 5, 2013 by dita8

Hai bunda dan ayah, sudah lama kita tidak membahas mengenai keluarga, pengasuhan, ataupun hal-hal umum lainnya. Kangen juga untuk membahas sesuatu yang berhubungan dengan anak atau keluarga. Dan kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana melatih kebiasaan baik anak.
Taukah bunda dan ayah, di buku “Psikologi Perkembangan Huvinghurt” diberitahukan bahwa terdapat beberapa pelanggaran yang umum dilakukan pada akhir masa kanak-kanak baik di rumah atau di sekolah, antara lain;
1. Di Rumah
> Berkelahi dengan saudara-saudara.
> Merusak barang milik saudaranya.
> Bersikap kasar kepada saudara yang dewasa.
> Malas melakukan kegiatan yang bersifat rutin.
> Melalaikan tanggung jawab yang diberikan.
> Berbohong.
> Tidak berterus terang, menyimpan rahasia.
> Mengambil barang milik saudaranya.
2. Di Sekolah
> Mencuri.
> Menipu.
> Berbohong.
> Menggunakan kata-kata yang tidak sepatutnya “kotor” dan kasar.
> Merusak barang-barang milik sekolah.
> Membolos.
> Mengganggu anak-anak lain dengan mengejek, menggertak, atau menciptakan gangguan serta ketidak nyamanan bagi anak yang lain.
> Membaca komik atau mengunyah makanan di dalam kelas selama jam pelajaran berlangsung.
> Membuat kegaduhan di dalam kelas, berbisik-bisik dengan teman yang lain, atau membuat kelucuan dengan teman-teman kelas.
> Berkelahi dengan teman sekelas
> Merokok bersama beberapa teman secara diam-diam di pekarangan sekolah.
Oleh karena itu kita perlu melakukan sesuatu agar dapat mengurangi atau menghilangkan perilaku tersebut di diri anak atau malah menghindari sedini mungkin agar anak tidak melakukan perbuatan tersebut dimasa depannya. Apa saja yang dapat bunda dan ayah lakukan?
1. Melatih sikap jujur dan terbuka kepada anak
Sikap jujur merupakan salah satu sikap atau perilaku yang harus dilatih oleh orang tua kepada anak-anaknya sejak dini. Hal ini karena jika anak sudah dilatih untuk berperilaku jujur sedari kecil dan mengetahui konsekuensi jika melakukan sesuatu dengan tidak jujur, maka sikap korupsi, berbohong, menipu, menyimpan rahasia, bersikap tertutup dimasa depan akan semakin kecil kemungkinan untuk timbul. Untuk melatih sikap jujur ini, hal yang pertama yang dapat bunda dan ayah lakukan adalah bersikap jujur juga baik di rumah atau di luar. Mengapa demikian?
Hal ini karena anak merupakan seorang peniru yang ulung, dimana pihak yang menjadi role model utama adalah orang tua mereka sendiri, selain ditambah dengan pengaruh lingkungan. Ketika orang tua sudah melakukan sikap jujur maka akan dengan mudah melatihnya kepada anak. Bunda dan ayah dapat melakukan sebuah simulasi sederhana untuk melatih sikap jujur anak, antara lain:
A. Bunda dan ayah meletakkan dompet yang berisi uang ditempat yang mudah dijangkau oleh anak selama sehari, dimana sebelumnya bunda dan ayah telah memberikan informasi mengenai sikap jujur kepada anak baik melalui cerita atau melalui sharing dengan cara yang demokratis (anak dapat memberikan argumentasi). Lalu dimalam harinya kita bisa mengecek apakah ada sejumlah uang yang berkurang. Jika ada dan anak belum mengaku sampai besok, kita bisa menanyakan secara baik2 kepada anak. Kita lihat apakah anak jujur atau tidak, jika jujur berikan apresiasi kepada anak, jika tidak berikan penjelasan secara baik dan lembut.
B. Mengajak anak untuk curhat mengenai kondisi keluarga, serta kondisi anak sendiri untuk melatih sikap terbuka anak. Bisa dilakukan sambil melakukan sebuah aktivitas secara bersamaan dengan anak.
2. Melatih anak untuk bersikap bertanggung jawab.
Sikap tanggung jawab yang diajarkan kepada anak sedari dini dapat membentuk tingkat kemandirian anak lebih cepat. Hal ini dikarenakan apabila seoranga anak diberikan sebuah tanggung jawab maka anak akan berfikir bagaimana menyelesaikannya sendiri tanpa meminta bantuan orang tua. Dan apabila orang tua memberikan tanggung jawabnya berupa pekerjaan rumahan, maka anak akan merasa bahwa anak ikut berperan di rumah tersebut.
3. Melatih anak untuk memiliki sikap bersaudara.
Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, oleh karena itu kita tidak dapat hidup sendiri. Melatih anak untuk memiliki sikap bersaudara dapat menghadirkan sikap respect kepada orang lain, sikap saling membantu dan bebagi, dan melatih anak untuk memili sikap sosialisasi yang baik. Apa yang harus bunda dan ayah lakukan? Terlebih dahulu, bunda dan ayah harus sudah mengenal saudara dan memiliki hubungan yang baik dengan tetanggaa dan lingkungan rumah. Lalu perkenalkan anak dengan saudara-saudara yang dia miliki serta melatih sikap hormat kepada saudara yang lebih tua. Ajarkan anak untuk saling berbagi kepada saudara dan orang-orang yang membutuhkan. Biasakan membawa buah tangan jika mengunjungi saudara walaupun hanya satu kotak kue atau buah-buahan. Dan ajarkan anak untuk berkenalan dan menyapa para tetangga. Selain untuk mengenal siapa saja tetangga yang dia miliki juga melatih anak untuk bersikap ramah dan percaya diri.
4. Selalu mengajak anak untuk berdiskusi atau sharinf mengenai banyak hal. Mulai dari pengetahuan hingga masalah pribadi anak. Dan mendekatkan diri kepada agama yang dianut.

Melatih anak untuk bersikap baik itu pada dasarnya merupakan hal yang mudah terutama sejak mereka kecil. Mengapa? Hal ini dikarenakan, seorang anak yang masih kecil itu bagaikan selembar kertas putih yang belum ada coretan. Sehingga kita bisa dengan mudah mengisinya dan membentuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: