Jenis dan Esensi Disiplin Pada Masa Anak-Anak

Published March 7, 2013 by dita8

Halo ayah bunda, kita ketemu lagi untuk membahas mengenai pengasuhan yang dapat diterapkan di dalam keluarga. Kali ini kita akan membahas mengenai penerapan disiplin pada akhir masa anak-anak.
Anak bunda dan ayah pernah melakukan pelanggaran? Apakah sudah sering atau hanya beberapa kali atau bahkan baru sekali? Apa yang bunda dan ayah lakukan ketika anaknya melakukan kesalahan atau pelanggaran? Memarahi, menghukum, berbicara 4 mata?
Mungkin untuk sebagian orang tua akan memarahi anak tanpa bertanya terlebih dahulu sebagai reaksi pertama ketika anak ketahuan melakukan pelanggaran atau kesalahan. Tapi, apakah bunda tau pelanggaran yang dilakukannya memang disebabkan oleh anak sendiri atau jangan-jangan sebenarnya orang tua juga ikut andil dalam pelanggaran yang dilakukan oleh anak?
Seperti halnya anak usia dini atau yang lebih kecil, beberapa pelanganggaran yang dilakukan oleh anak yang lebih besar disebabkan oleh ketidaktahuan/kurang mengerti/ tidak mengerti anak itu sendiri terhadap peraturan yang berlaku. Disipilin berperan penting dalam perkembangan kode moral, karena disiplin merupakan cara masyarakat mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana perilaku moral (perilaku baik dan buruk) yang dapat diterima oleh kelompok. Di dalam buku Havinghurt, terdapat tiga unsur penting dalam disiplin, antara lain: peraturan dan hukum yang berfungsi sebagai pedoman bagi penilaian yang baik, hukuman bagi pelanggaran peraturan atau hukum, dan hadiah untuk perilaku baik atau usaha untuk berperilaku sosial yang baik.
Masih menggunakan prinsip dari huvinghurt, ada beberapa jenis disiplin yang umum digunakan untuk mendisiplinkan anak-anak dan remaja, terutama pada awal masa anak-anak yaitu:
1. Disiplin Otoriter.
Disiplin jenis ini merupakan jenis disiplin yang masih tradisional dan bisa dibilang “kuno”. Hal ini dikarenakan, dalam penerapannya orang tua lah yang menetapkan peraturan-peraturan dan memberitahukan kepada anak bahwa anak harus mematuhi peraturan tersebut tanpa boleh membantah. Tidak ada usaha dari orang tua untuk memberikan penjelasan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk memberikan pendapat atas peraturan apa saja yang ditetapkan dan hukuman yang akan didapat ketika peraturan tersebut dilanggar. Ungkapan untuk prinsip dari disiplin otoriter ini adalah “Menghemat cambukan berarti memanjakan anak”.
2. Disiplin yang Lemah.
Dalam penerapan disiplin ini, orang tua memiliki perinsip bahwa melalui akibat dari perbuatan yang anak lakukan sendiri maka anak akan belajar bagaiamana berperilaku secara sosial yang seharusnya. Dengan demikian anak tidak diajarkan peraturan, tidak memberikan hukuman ketika anak sengaja melanggar peraturan, juga tidak ada hadiah jika anak berperilaku sosial yang baik. Akan tetapi saat ini semakin banyak orang dewasa yang meninggalkan jenis disiplin seperti ini. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya pengetahuan dan ilmu mereka mengenai pengasuhan dan jenis disiplin ini tidak berhasil memenuhi tiga unsur penting dari disiplin itu sendiri.
3. Disiplin Demokratis.
Dengan semakin majunya teknologi dan semakin mudahnya orang dewasa dan para orang tua mendapatkan tambahan informasi dan pengetahuan menyebabkan pengguna dari prinsip-prinsip demokratis dikeluarga semakin meningkat. Pada disipilin demokratis penerapan hukuman kepada anak disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh anak dan tidak lagi penggunaan hukuman badan. Selain itu, dalam penerapan disiplin ini anak diberikan kesempatan untuk mengetahui mengapa peraturan dibuat dan mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan pendapat atas peraturan dan hukuman yang dijalankan. Hal ini dilakukan agar anak mengerti mengapa seseorang harus mematuhi peraturan.
Berbeda dengan dengan kategori awal masa anak-anak, pada anak yang lebih besar terdapat beberapa hal-hal pokok dari disiplin yang lebih dikenal dengan esendi disiplin bagi anak-anak yang lebih besar, yaitu:
A. Sebagai Bantuan dalam Mendasarkan Kode Moral.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan untuk mengajarkan atau menanam disiplin dan perilaku moral pada anak yang lebih dewasa harus menekankan alasan mengapa pola perlaku tersebut diterima atau ditolak. Selain itu, orang tua seyogianya mengarahkan untuk menolong anak memperoleh suatu konsep tertentu menjadi konsep yang lebih luas dan lebih abstrak.
B. Sebagai Ganjaran.
Ganjaran yang dimaksud bukan berupa hukuman melainkan berupa pujian atau perilaku secara khusus yang diberikan orang tua kepada anak. Ganjaran tersebut diberikan kepada anak ketika mereka berhasil mengatasi situasi sulit dengan baik. Untuk masa anak-anak, ganjaran yang diberikan para orang tua menunjukkan kepada anak bahwa apa yang dilakukan anak adalah benar dan dapat mendorong anak untuk mengulang dan melakukan perilaku baik lainnya.
C. Sebagai Hukuman.
Disipilin terkadang mengakibatkan seorang anak menerima hukuman. Akan tetapi hukuman yang diberikan oleh orang tua haruslah sesuai dengan perkembangan anak dan harus berperilaku adil (sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan), karena apabila tidak adil maka hukuman yang diterapkan hanya akan menimbulkan kebencian pada diri anak kepada orang tua. Selainitu, hukuman yang diterapkan harus mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan harapan sosial di masa berikutnya.
D. Sebagai Konsistensi.
Disiplin yang baik adalah yang selalu konsisten dilakukan. Artinya apa yang benar hari ini, maka hari esok dan kedepannya haruslah benar juga. Perbuatan yang salah harus mendapatkan hukuman yang sama disetiap orang, dan perbuatan yang benar juga harus mendapatkan ganjaran yang sama. Oleh karena itu diperlukan pengawasan dan kejujuran serta sikap konsisten anak dan orang tua dalam pelaksanaan peraturan yang dibuat.

Nah bunda dan ayah, itulah sedikit penjelasan disipilin yang pada umumnya dilakukan dirumah dan juga esensi disiplin bagi anak-anak yang lebih besar. Sebenarnya masih banyak hal mengenai disiplin yang dapat kita bahas disini. Akan tetapi untuk membatasi topik pembicaraan maka saya hanya menuliskan mengenaik disiplin hanya segelintir saja yang secara umum. Semoga ayah dan bunda senang dan bertambah sedikit pengetahuannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: