Do’s & Don’ts Dalam Memuji Anak Agar Tak Berlebihan

Published May 14, 2013 by dita8

Jakarta – Seberapa sering orangtua boleh memberikan pujian untuk anak? Adakah bahayanya jika terlalu sering memuji si kecil? Bagaimana memberikan pujian yang sesuai porsinya?

Ketimbang orangtua dulu, ayah dan ibu masa kini memang lebih mudah memberikan pujian untuk anak-anak mereka. Pujian tersebut gampang terlontar karena orangtua kini menyadari kalau kalimat positif dari mereka bisa membuat anak lebih percaya diri.

Penulis buku ‘The A to Z Guide to Raising Happy and Confident Kids’ Jenn Berman, PhD mengakui mengenai kerajingan orangtua dalam memberikan pujian tersebut. “Kita sudah menjadi kebalikan dari orangtua zaman dulu yang cenderung lebih kaku. Dan sekarang kita menjadi terlalu berlebihan dalam memuji anak,” ujar Berman.

Pujian yang terlalu berlebihan porsinya bukannya bisa membangun kepercayaan diri anak. Hal tersebut malah dapat berdampak negatif. Misalnya saja anak jadi takut mencoba hal baru atau mengambil risiko karena khawatir tak akan bisa sebagus sebelumnya sesuai pujian orangtua mereka.

Agar tidak salah melangkah dalam memberikan pujian untuk anak, berikut ini do’s & don’ts yang perlu diperhatikan agar anak mendapatkan pelajaran yang benar dalam kata-kata positif dari orangtuanya tersebut:

1. Spesifik
Saat memuji anak, Berman menjelaskan, cobalah katakan dengan lebih spesifik agar membantu anak mengidentifikasi keahlian istimewanya. Misalnya ketimbang mengatakan, ‘kamu pemain bola yang hebat’, ucapkan ‘kamu menendang bola dengan keras dan kamu penyerang yang luar biasa’.

2. Tulus
Pujian haruslah diucapkan dengan tulus. Anak punya cara tersendiri untuk mengetahui apakah pujian yang diucapkan orangtuanya tulus atau tidak. Jika memang dia tahu pujian Anda tidak tulus, Anda bisa kehilangan kepercayaannya. Yang lebih parah, menurut Berman, anak jadi merasa insecure karena dia tidak percaya kalimat positif dari Anda.

3. Ketika Bisa Melakukan Hal Baru
Puji anak ketika mereka berani melakukan suatu hal baru, seperti naik sepeda, memakai tali sepatu. Puji juga dia karena tidak takut untuk melakukan kesalahan ketika mencoba hal baru ini.

4. Pujian yang Harus Dihindari
“Berusahalah untuk tidak berlebihan dalam memuji anak yang sudah jelas seperti: kamu pintar, cantik, ganteng, berbakat,” jelas Paul Donahue, PhD, pendiri dan direktur dari Child Development Associates. Ketika kalimat pujian tersebut terus-menerus diucapkan, lama kelamaan akan terdengar tanpa arti untuk mereka.

5. Ucapkan Pujian Ketika Memang Itu Harus Diucapkan
Dalam memberikan pujian untuk anak, katakan hal yang memang Anda ingin ucapkan. Misalnya kalau memang dia sudah bekerja keras, katakan padanya, ‘kamu sudah bekerja keras mengerjakan tugas dari sekolah’. Dengan mengatakan hal yang memang ingin Anda katakan, Anda menghargai usaha dan kerja kerasanya. Hal itu juga membuat Anda lebih paham kapan anak bekerja keras dan kapan anak bisa melakukannya dengan mudah.

6. Fokus Pada Prosesnya
“Ingatlah, yang penting proses bukan produknya. Tidak semua anak bisa jadi atlet yang luar biasa atau siswa pintar atau musisi berbakat. Tapi anak yang mau belajar untuk bekerja keras dan tekun bisa memiliki bakat spesial,” tandas Donahue.

Sumber: http://m.wolipop.detik.com/read/2013/05/14/093038/2245009/857/dos-donts-dalam-memuji-anak-agar-tak-berlebihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: