Dokter: Tumbuh Kembang Tiap Anak Unik, Penting untuk Diawasi

Published June 8, 2013 by dita8

Ajeng Anastasia Kinanti – detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta – Pertumbuhan dan perkembangan merupakan patokan yang paling mudah untuk mengukur kesehatan anak. Namun, setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda dan unik, meskipun kembar.

“Jangan khawatir jika merasa anak Anda pendek atau mungkin sedikit lebih lambat berbicara, sebab setiap anak memiliki keunikan sendiri,” ujar Dr. dr Rini Sekartini, Sp.A, spesialis anak RSCM, dalam acara seminar kesehatan anak yang diadakan di Hotel Menara Peninsula, Jl Letjen S. Parman, Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

Menurut Dr Rini, anak yang masih dalam kandungan hingga berusia 18 tahun setiap tingkatannya memiliki parameter dan cara pengasuhan yang berbeda. Pengasuhan yang diberikan pada anak usia batita (1-3 tahun) tentu berbeda dengan pengasuhan pada anak usia remaja (12-18 tahun).

“Anak kembar saja belum tentu pertumbuhan dan perkembangannya sama, apalagi kakak adik, atau bahkan sepupu,” imbuh Dr Rini.

Saat ini, masih banyak orang tua yang masih sangat khawatir terhadap adanya kelambatan atau kekurangan terhadap tumbuh kembang anaknya. Padahal Dr Rini menegaskan bahwa diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis seorang anak terkena gangguan atau penyakit tertentu, bukan hanya dari tinggi badan atau berat badan.

Pertumbuhan sendiri dilihat dari pertambahan secara fisik, seperti tinggi badan, berat badan, gigi, tulang, otot, dan lingkar kepala. Mengapa lingkar kepala juga penting untuk diperiksa pertumbuhannya?

“Ukuran lingkar kepala penting sebab berhubungan dengan perkembangan volume otak anak,” lanjut Dr Rini.

Selain itu, Dr Rini juga menegaskan bahwa tinggi badan merupakan faktor pertumbuhan yang paling berpotensi dan penting diukur secara berkala. Sebab, tinggi badan anak bersifat tetap dan bisa bertambah. Sementara berat badan masih dipengaruhi oleh nutrisi dan asupan makan, serta masih bisa naik dan turun.

Tak hanya berpatokan dari faktor genetik saja, seperti melihat tinggi badan dari orang tua, tetapi juga dari faktor lingkungan sekitar anak. Faktor lingkungan tersebut seperti nutrisi, penyakit yang mungkin diderita anak, dan pola aktivitasnya.

Sumber: http://m.detik.com/health/read/2013/06/08/134044/2267868/1301/dokter-tumbuh-kembang-tiap-anak-unik-penting-untuk-diawasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: