Gaya Ngomong Orang Tua Pengaruhi Kemampuan Bicara Anak

Published January 10, 2014 by dita8

Muamaroh Husnantiya – detikHealth

Jakarta – Semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat bayi belajar bicara. Demikian anggapan umum yang selama ini dipercaya orang. Namun penelitian terbaru oleh Universitas Wahington dan Universitas Connecticut menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan bahasa bayi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara orang yang mengajak bicara.

Meski awalnya kurang jelas, celotehan yang dibuat anak saat berusia satu tahun adalah cikal bakal produksi kata saat dewasa. Semakin banyak celotehan yang anak buat, semakin baik pula kemampuan verbal anak tersebut ketika tumbuh dewasa.

Menurut penelitian, bayi berusia satu tahun lebih aktif berceloteh apabila sering diajak bicara dengan gaya kebayian, yaitu cara berbicara dengan vokal dipanjangkan dan dengan suara ditinggikan. Kemampuan bahasa bayi juga lebih baik apabila ketika diajak bercakap-cakap, orang tua terfokus pada satu anak saja. Demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/1/2013).

Penemuan terbaru yang dipimpin oleh Dr Patricia Kuhl ini menepis anggapan umum yang selama ini beredar, yaitu semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat perkembangan kosa kata bayi.

Ia dan para peneliti dari Universitas Connecticut, Ingris, melakukan penelitian terhadap ribuan potongan percakapan 30 detik antara orang tua dan bayi. Mereka mengukur efek gaya bicara biasa dibandingkan dengan gaya bicara kebayian. Mereka juga membandingkan efek pembicaraan yang terjadi hanya antara orang tua dan bayi dengan pembicaraan yang terjadi dalam kelompok.

Berdasar penelitian yang ia lakukan, perkembangan verbal bayi tak terlalu dipengaruhi oleh kuantitas kata yang didengar, tetapi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara dan keadaan lingkungan saat bayi diajak bicara. Peneliti mengklaim bahwa orang tua yang berceloteh dengan gaya kebayian pada bayi mereka yang baru lahir dapat membantu anak untuk mempelajari lebih banyak kata-kata.

“Analisa kami menunjukkan bahwa prevalensi gaya bicara kebayian dalam percakapan terfokus dengan satu anak berkorelasi dengan perkembangan bahasa yang lebih bagus, baik yang sedang berlangsung maupun di masa mendatang,” ungkap Dr Kuhl, pimpinan penelitian yang berasal dari Institute of Learning and Brain Sciences, Universitas Washington.

Semakin orang tua melebih-lebihkan vokal dan meninggikan nada suara, seperti “halo adiiiik”, semakin banyak ocehan yang akan dikeluarkan anak ketika ia mencapai usia satu tahun. Berbicara dengan bayi juga paling efektif apabila orangtua berbicara hanya kepada satu anak, tanpa ada orang dewasa atau anak lain di sekitar.

“Fakta bahwa celotehan anak memainkan peran penting dalam perkembangan verbal di masa mendatang menunjukkan betapa pentingnya interaksi antara orang tua dan bayi,” ungkap Dr Kuhl.

Dua puluh enam bayi dalam penelitian Dr Kuhl mengenakan rompi dengan perekam suara yang dapat mengumpulkan suara-suara yang didengar dari lingkungan sekitar selama delapan jam dalam empat hari. Peneliti lantas menggunakan software bahasa di komputer untuk mengkaji suara-suara yang terekam.

Para peneliti juga mengkaji siapa saja yang berbicara, berapa banyak orang yang ada di sekitar bayi, apakah yang digunakan gaya kebayian atau cara bicara biasa, serta variabel-variabel lain. Kemudian orangtua para bayi diberi kuesioner untuk mengukur berapa kata yang diketahui buah hati mereka.

Balita dua tahun yang mendengar lebih banyak gaya bicara kebayian tahu lebih banyak kata dibanding yang lain. Bayi dari keluarga yang menggunakan gaya bicara kebayian rata-rata telah mengetahui 433 kata. Sedang bayi dari keluarga yang lebih sedikit menggunakan gaya bicara kebayian rata-rata hanya mengenal 169 kata.

“Beberapa orang tua berbicara dengan gaya kebayian secara alami dan mereka tidak tahu bahwa sebenarnya hal itu bermanfaat untuk anak,” ungkap penulis studi, Nairan Rammrez-Esparza, asisten seorang profesor psikologi di Universitas Connecticut.

Hal penting yang digarisbawahi Rammrez-Esparza adalah betapa pentingnya cara berbicara orangtua pada anak. Tidak melulu soal kuantitas. Gaya bicara tertentu lebih besar pengaruhnya terhadap perkembangan kemampuan verbal anak dibanding dengan baya bicara biasa. Demikian juga dengan percakapan satu per satu. Percakapan yang terfokus lebih baik dibanding dengan percakapan dalam grup.

Sumber:
http://m.detik.com/health/read/2014/01/09/161302/2463024/764/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: