Resep Langgeng Sebuah Pernikahan

Published August 30, 2014 by dita8

Hai bunda, ayah, dan seluruh pembaca di blog ini. Bagaimana kabarnya?
Kali ini admin ingin membahas mengenai pernikahan. Random sekali yah postingan saya. Hal ini dikarenakan ketika saya sedang di kantor, para pegawai di kantor sedang rame-ramenya membicarakan mengenai banyaknya perceraian di kalangan artis dan juga warga di daerah ini.

Sebenarnya apa yang salah dengan perceraian, toh halal kan? Tidak apa-apa kan? Ya, sebenarnya sih tidak apa-apa, dan halal juga. Perceraian merupakan salah satu tindakan yang halal akan tetapi paling dibenci Alloh.

Taukah bunda, ayah dan semua pembaca, ketika sepasang pasangan bercerai apalagi telah memili anak, maka akan ada “butterfly effect” kedepannya. Mungkin belum terlihat atau tidak terlihat, namun akan ada dampak lemayan besar ke depannya jika tidak dapat di atasi dengan baik. Contohnya: keluarga dengan anak usia 6 tahun, bercerai dengan disertai adanya cekcok di antara keduanya mengenai perbutan hak asuh, WIL, PIL, atau juga gono gini yang sempat terlihat oleh anak mereka. Sepertinya hal sepele yah, tapi tahukan bunda dan ayah, seorang anak dari usia 1-11 tahun (balita-AUS) sangat cepat merekam atau menyimpan segala memori yang dia lihat, dengar dan alami. Dan memori itu akan bertahan lama di otaknya.

Terus, hubungannya ke “butterfly effect” apa? Nah, seorang anak yang sedari kecil melihat pertengkaran/percekcokan kemungkinan untuk melakukan hal yg sama dimasa dewasanya itu lebih besar, selain itu juga akan ada perubahan dari sifat dan sikap anak atau juga tingkah laku dia. Intinya jika dia mengalami kondisi perceraian dan pertengkaran orang tua dimasa kecil, maka ada kemungkinan hal itu akan dia alami lagi (anak yg menjadi pelakunya) ketika anak telah dewasa.

Pernikahan bukanlah hal yang sederhana. Bukan hanya cukup kenal, ada rasa cinta, ada uang, siap langsung ke KUA. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya:
1. Komitmen
Menurut psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist, pernikahan adalah sebuah komitmen. “Itu harus terbangun dari awal, misalnya komitmen itu perjanjian pranikah itu bagus banget, kalau tidak ada (perjanjian pranikah) tetap harus berkomitmen berdua di awal pernikahan,” ujar Melly saat dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu. (Di ambil dari Wolipop)

2. Sudah Yakin dengan Pasangan.
Sebelum akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan, tanyakan satu pertanyaan ke diri anda “Sudahkan aku yakin dengan pasanganku ini?”. Ayah dan bunda atau calon-calon harus yakin dan percaya bahwa “dia” merupakan pasangan yang tepat. Maka sebaiknya, berdoalah, sholat istikharah lah (bagi muslim), sebelum mengambil keputusan untuk menikah.

3. Bijaksana dalam Menyelesaikan Masalah.
Dari salah satu artikel yang admin baca bahwa ketika Anda sudah mampu mengontrol emosi dan bijaksana dalam menyelesaikan suatu masalah yang menghadang, maka hal itu menunjukkan bahwa Anda sudah siap untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Intinya, ketika anda berniat untuk menikah maka belajarlah untuk mengurangi keegoisan diri anda.

4. Bisa Jadi Partner Bagi Suami atau Istri.
Ketika sudah menikah, maka sang suami ataupun istri merupakan partner terdekat kita. Partner dalam hal ini bisa menjadi istri/suami, teman, sahabat, adik/kakak, hingga berperan sebagai ibu/ ayah bagi anak-anak. Dalam sebuah artikel di sebutkan, bahwa dulu pria mencari seorang istri harus yang bisa masak dan melayaninya di rumah. Akan tetapi saat ini, pria mencari sesosok wanita yang bisa menjadi partner hidupan yang bisa berbagi soal pekerjaan, memberikan solusi, juga menasihatinya ketika melakukan kesalahan.

Sekali lagi admin tekankan Ayah dan bunda, bahwa membangun bahtera rumah tangga tak semudah yang dibayangkan (seperti pernikahan Cinderella ataupun dongeng dikartun lainnya). Karena, dalam ikatan suami-istri tak melulu diwarnai kebahagiaan, namun juga ada tahapan penyesuaian, pengorbanan, perselisihan, bahkan tak jarang berujung perceraian itu.
Ada beberapa resep agar hubungan penikahan bisa tahan lama. Seperti yang disampaikan di yahoo.com menurut salah satu pasangan tertua di dunia yaitu pasangan Maurice dan Helen Kaye, ada beberapa rahasia nan sederhana untuk menjaga pernikahan bisa tahan lama, diantaranya:

    1. “Yang paling penting, selama aku setuju dan menuruti apa kata istriku, aku aman,” kata Helen yang berusia 102 tahun

    2. “Kami sangat mengerti satu sama lain dan saling mencintai. Tak harus bersikap keras satu sama lain, dan perlu sedikit mengalah,” timpal Helen seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (28/8/2014).

    3. Jangan lupa, tertawa itu penting. “Hal ini (pernikahan) bertahan karena kami memiliki selera humor yang sama, kami menertawakan hal yang sama,” tambah Helen yang sudah berusia 101 tahun itu.

Berdasarkan pengakuan mereka langgengnya usia pernikahan mereka bukan berarti semuanya berjalan baik-baik atau mulus-mulus saja. Selama beberapa dekade mengarungi bahtera rumah tangga, pasangan tersebut pernah mengalami musibah diantaranya rumah dibom saat masa perang, bahkan hingga cobaan terberat yaitu kehilangan dua anak.

Selain itu, ada satu hal yang merupakan hal kecil tapi berdampak besar untuk menjaga kerekatan hubungan diantara suami istri, yaitu mengucapkan “I Love You” atau “Aku Cinta Padamu”. Mungkin sedikit terdengar gombal atau sok manis. Akan tetapi faktanya, pasangan yang langgeng hingga usia puluhan tahun mengatakan tak pernah absen mengucapkan “I love you” untuk pasangan mereka. Kata-kata ini memiliki kekuatan untuk membuat cinta tetap awet muda.

Referensi:
– wolipop
– yahoo.com
– google
– materi kuliah

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: