Untukmu Para Istri

Published September 21, 2014 by dita8

Siapa yg tidak mau menjadi istri idaman? Atau menjadi wanita yang diimpikan untuk dijadikan istri idaman? Pasti semua wanita ingin sekali menjadi istri idaman. Seorang istri yang tidak hanya sebagai istri, namun juga sebagai teman, sahabat, rekan kerja, pendamping setia, pendengar setia untuk suami ibu bagi anak2.
Tadi lagi browsing-browsing mencari Alquran e-pen, eh ketemu tulisan yang subhanallah bakalan menyentuh hati dan menyemangati diri (terutama waniat)untuk terus belajar dan memperbaiki diri serta menyiapkan diri untuk menjadi seorang istri (tapi lupa ngecopy linknya, maaf ya). Bagi wanita, impian menjadi istri idaman itu merupakan impian utama. Namun terkadang masih banyak kendala yang mengakibatkan seorang wanita belum bisa menikah. Yang jelas “Marriage is not a race”, itu semua butuh proses. Yang penting, terus berusaha memperbaiki diri, memang tidak bisa menjadi seseorang yang sempurna. Menjadi lebih dewasa dengan mengurangi penggunaan ego yang sering menjadi tameng dan garda terdepan kita. Berfikir kedepan dan masa depan.
Tulisan ini saya dapatkan di salah satu account social media. Yuk kita baca.

UNTUK PARA ISTRI

Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.

Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.

Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.

Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami.

Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.

Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.

Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.

Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.

Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.

Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.
Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.

Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.

Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.
Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.

Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.

Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.

Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya.

Jangan berlebih-lebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.

Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.

Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.

Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.

Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.

Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.

Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda.

Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya.

Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.

Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.

Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.
Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.

Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa.

Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.

Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.
Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yang dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.

Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.

Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya.

Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.

Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuatu kepadamu.

Semoga bermanfaat yah,,🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: