Mengisi Malam Minggu

Published November 8, 2014 by dita8

Mengisi malam minggu dengan nonton film di laptop. Ya, nonton film di laptop, maklum anak kos yang ngekos dengan tidak di fasilitasi televisi. Malam ini nonton film jepang lama (gak lama banget sih produksi 2005) yang berjudul “Hotaru No Haka” (a.k.a Grave of the Fireflies).Film yang menceritakan perjuangan kakak dan adik survive seorang diri untuk hidup karena orangtua mereka yang telah tiada dikarenakan perang. Lemayan menguras air mata film ini, dan berfikir kembali “berapa beruntungnya aku masih bisa hidup dengan orangtua lengkap dan bukan di zaman atau daerah terkena perang”.
Oh iya, kali ini saya bukan mau berbagi mengenai bagaimana alur dari film itu, tapi apa saja yang pelajaran yang bisa di ambil dari film ini. Nah menurut saya beberapa hal yang bisa saya ambil dari film ini antara lain:

1. Bagaimanapun keadaan kita, keluarga utama adalah pihak yang tidak akan meninggalkan kita.

Dari film ini terlihat, bagaimanapun kondisi keluarga, adik kakak tidak terpisahkan. Selain itu, di film ini diceritakan kalau sang kakak berusaha semampunya dan melakukan apapun agar sang adik bisa tetap tersenyum dan mendapatkan makanan yang layak. Dan sang kakak tidak meninggalkan sang adik sendirian setelah orangtua mereka meninggal, dia tidak berniat berjuang sendiri untuk hidup.

2. Kondisi kekurangan uang (harta) dan kondisi terdesak dapat mengubah sifat seseorang.

Dalam film ini digambarkan seorang bibi yang awalnya sangat baik dan memiliki jiwa suka membantu serta perhatian, berubah menjadi seorang bibi yang bersikap dingin dan sangat perhitungan ketika mereka sudah kekurangan uang untuk makan. Bahkan ia tidak sedih (walaupun terlihat ada rasa berat) ketika keponakan (yatim piatu) dan adik ipar (dengan cacat kaki) yang awalnya hidup bersama, mengambil keputusan untuk keluar rumah karena merasa mereka hanya beban di keluarganya. Akan tetapi, disisi lain sang bibi memiliki satu alasan mengapa bersikap demikian. Hal ini dikarenakan sang bibi lebih mementingkan kehidupan anak-anaknya dibandingkan keponakan dan adik ipar.

3. Bahagia itu tidak harus memiliki segala sesuatu yang bagus dan baru serta kemewahan.
Dapat bersama dengan orang-orang yang kita sayangi dan cintai juga dapat menciptakan rasa bahagia yang sangat besar untuk diri. Dan sikap bersyukur juga bisa menambah rasa bahagia dan cukup di diri kita sendiri. Terlihat dari film ini, dimana kakak beradik ini tetap bahagia walaupun mereka harus tinggal di bekas tempat perlindungan warga dari bom yang jatuh di desa.

4. Kehilangan satu-satunya orang yang dicintai dan disayangi adalah masa dimana paling berat untuk dilalui.
Kehilangan merupakan hal yang paling berat untuk dilalui. Baik untuk anak kecil maupun untuk orang dewasa. Ketika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi yang selama ini ada bersama kita untuk melewati hari, akan ada goncangan besar di dalam jiwa. Ketika ia yang hilang dan pergi itu merupakan satu-satunya keluarga yang tersisa dan tidak ada yang menguatkan serta menjadi alasan untuk tetap survive maka bisa jadi kita akan kehilangan gairah hidup dan memilih untuk mengakhiri hidup kita.

5. Perang tidak hanya merusak dan menghancurkan bangunan saja, akan tetapi juga menghancurkan anak-anak
Anak-anak merupakan seseorang yang paling besar merasakan dampak dari perang yang terjadi. Mengapa demikian? Karena tidak hanya kerusakan atau cacat fisik yang mereka dapatkan, akan tetapi juga bisa jadi cacat mental dan psikologis yang mereka alami. Berbeda halnya dengan manusia dewasa yang bisa mengatur emosi dan mengelola rasa, anak-anak berlaku apa adanya. Ketika mereka merasakan sedih dan tertekan bisa jadi itu akan terus terbawa hingga mereka dewasa. Ketika mereka harus merasakan kehilangan orangtua dan hal yang mereka sayangi, akan banyak goncangan yang membuat mereka berfikir berbeda dan bisa jadi lebih mudah untuk di doktrinkan sesuatu yang baru. Selain itu mereka akan kehilangan masa anak-anak, masa bermain, masa bermimpi, berkhayal, menjadi masa suram, masa dimana mereka harus berfikir bagaimana harus survive.

Itu tadi beberapa hal yang saya dapatkan setelah menonton film Hotaru No Haka (Grave of the Fireflies). Bagi kalian yang mau menontonya, sediakan tisu ya,🙂

    “Bahagia itu sederhana, ketika rasa syukur masih bisa terucap, ketika masih diberi kesempatan untuk berubah oleh Alloh SWT, aku bahagia” -unknown-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: