Wanita dan Beberapa Sisi Kehidupannya

Published December 19, 2014 by dita8

Wanita merupakan salah satu makhluk Tuhan yang paling istimewa, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ketika kita mendengar kata “Wanita” maka yang terlintas dipikiran kita adalah cantik, keibuan, kelembutan, kasih sayang, tangguh, dll. Ya, itu beberapa sifat dasar seorang wanita.
Dulu, wanita hanya memiliki tugas di rumah. Mereka mengurus urusan anak, dapur dan suami. Akan tetapi, saat ini wanita tidak hanya bertugas di rumah saja. Sudah banyak wanita yang juga berkarir mengembangkan sayapnya di dunia yang luas ini (perkantoran, politik, wirausaha, dll). Mereka biasa di sebut dengan “wanita karir”. Ups, jangan salah sangka dulu tapi, karena ibu rumah tangga sebenarnya juga di sebut dengan “wanita karir” loh. Kok bisa? Karena ibu rumah tangga itu dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab, baik dalam mengatur waktu, keuangan keluarga, keharmonisan keluarga (anak dan suami), pembantu (jika ada), dan juga dirinya sendiri.
Setelah terjun ke dunia kerja, saya (penulis) melihat beberapa hal di sisi kehidupan seorang wanita. Apa saja itu? Yuk kita lihat satu persatu

Wanita yang bekerja dengan kehidupan pribadinya

Setiap manusia pasti pernah mengalami jatuh cinta, dan tidak jarang cinta itu terkadang menghambat karir yang sedang dibangun. Akan tetapi, tidak jarang pula cinta itu malah mendorong semakin meningkatnya karir yang dimiliki seseorang. Terkadang, tak jarang, wanita yang telah memiliki pekerjaan (apalagi yang sukses) memiliki nilai plus untuk dilirik oleh lawan jenisnya. Karena, beberapa orang berpendapat, wanita yang bekerja itu adalah wanita tangguh dan pintar.

Tapi, tahukah kamu, tidak jarang diluar anggapan masyarakat ataupun orang-orang mengenai wanita yang bekerja pasti mudah memiliki pasanagan, ada rasa cemas yang bergelayut di hati dan pikiran masyarakat. Apakah itu? Yaitu sulitnya mendapatkan pasangan.

Loh kok bisa?

Wanita yang bekerja, yang fokus untuk bekerja, terkadang tidak sadar atau merasa jika waktu terus bergulir. Semakin lama, usia semakin bertambah, tak terasa usia sudah hampir menuju masa-masa rawan bagi seorang wanita. Pasangan belum ada, sedangkan orang tua dan sekitar sudah terus bertanya. Tekanan semakin bertambah ketika teman-teman sejawat sudah memiliki anak. Awalnya, diawal-awal karir, mungkin beberapa wanita menolak untuk menikah dulu karena alasan ingin fokus karir dulu atau karena belum mendapatkan seseorang yang cocok atau pas. Dan akhirnya belum dapat hingga waktu yang semakin mendesak.

Ya, itulah dilema wanita yang terlalu bersemangat bekerja.

Wanita menikah dengan Karirnya

Untuk zaman sekarang hampir semua wanita menginginkan pengalaman dalam bekerja. Selain untuk menambah pengalaman, skill, dan juga pendapatan tentunya, tetapi juga untuk memperluas jaringan pertemanan dan bisnis, menambah relasi dan meningkatkan pengetahuan mengenai apapun. Akan tetapi ketika seorang wanita itu memutuskan untuk menikah, makan akan ada muncul dilema yang dapat mengganggu pikiran bahkan bisa merusak hubungan pernikahan yang di bangun. Tidak jarang, wanita yang memiliki penghasilan sendiri (bekerja) menjadi salah satu penyebab retaknya hubungan pernikahan yang telah dibangun. Loh kenapa bisa begitu?

Hal ini terjadi biasanya dikarenakan beberapa sebab:

    1. Penghasilan wanita yang lebih tinggi dibandingkan suami. Sehingga mengakibatkan rasa tinggi pada istri atau rasa rendah pada suami.
    2. Berkurangnya waktu untuk keluarga (suami atau anak).
    3. Tercampurnya urusan pekerjaan dan rumah yang mengakibatkan terbengkalainya urusan rumah oleh wanita.
    4. Bekurangnya rasa hormat atau menghargai atas suami oleh sang istri, dikarenakan istri bisa membeli sesuatu dengan uang yang didapatnya.

Memang tidak bisa dipungkiri, beberapa hal diatas akan terjadi ketika wanita yang sudah menikah tetap memilih bekerja. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk tetap bekerja ketika sudah menikah, sebaiknya ada perjanjian pranikah atau belajar untuk saling mengerti dan mamahami. Karena jika wanita menikah, ia harus siap untuk mempertimbangakan kembali karirnya atau harus bisa menyeimbangkan antara kerluarga dan karirnya.

Wanita yang bekerja dengan keluarganya

Dulu, banyak persepsi atau pandangan sebelah mata yang menyatakan wanita yang bekerja (sukses) tidak dapat membina keluarganya dengan baik. Ya, persepsi itu melekar dengan banyaknya keluarga yang bercerai dengan status istri yang bekerja. Padahal, dalam kenyataannya, banyak wanita yang berkarir sukses juga memiliki keluarga yang sukses dan seluruh anak telah menjadi “orang”. Hal ini terjadi tidak lepas dari andil konsistensi di keluarganya sendiri sesuai yang telah di canangkan atau direncanakan. Dalam hal ini, sang wanita dapat atau mampu menjelaskan kepada seluruh anggota keluarga dan membuatnya mengerti mengenai pentingnya karir ini untuk keluarga ini sendiri (meningkatkan taraf hidup ataupun mencukupi kebutuhan sehari-hari). Karena seorang wanita karir yang sukses adalah seorang wanita yang dapat mengatur keluarga dan pekerjaaannya. Walaupun hal ini sulit karena pastinya akan ada condong ke arah salah satu, namun dapat menjalankan dan melaluinya dengan baik.

Dari penjabaran di atas yang berbelit-belit itu, ada beberapa hal yang bisa kita ambil.

    1. Jika wanita berkarir, tetap ingat lah untuk memikirkan masa depan. Jangan terlalu fokus pada pekerjaan dan karir.
    2. Ketika sudah menikah, diusahakan untuk menyeimbangkan antara masalah pekerjaan dan juga keluarga.
    3. Bagunlah komunikasi dua arah yang aktif antara wanita dengan pasangan atau keluarganya, agar karir dan keluarga bisa tetap berjalan dengan baik.
    4. Tumbuhkan dan kembangkan rasa saling percaya, memahami, dan yakin antara anda dan pasangan anda.
    5. Sebagai wanita, anda tetap tahu dan memahami kodrat sebagai seorang wanita, terutama apabila sudah menikah.
    6. Jangan pernah menumpuk-numpuk atau membiarkan masalah berlarut-larut tanpa diselesaikan, karena dapat mengakibatkan bom waktu.
    Dan beberapa hal lainnya yang bisa anda ambil kesimpulan sendiri.

Itu tadi sedikit goresan yang saya bagi untuk kali ini. Semoga dapat bermanfaat, paling tidak menjadi bahan bacaan singkat dan sederhana.

Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: