Karena Bahagia Tidak Selamanya Diukur Dengan Uang

Published February 27, 2015 by dita8

Siapa yang masih menganggap bahwa uang bisa membeli segalanya? Termasuk kebahagiaan. Jika kamu masih menganggap demikian, maka mari kita lihat kembali dan sedikit mengubah sudut pandang.

Uang memang bisa membeli hampir semua yang ada di bumi. Mulai dari pakaian, rumah, makanan, kemewahan, bahkan katanya cinta dan kebahagiaan. Tapi tahukah anda, cinta dan kebahagiaan yang anda dapatkan dari mengeluarkan gelontoran uang-Uang itu hanya bersifat fana dan sementara.

Bahagia itu bukan hanya di rasakan puas di mulut, mata, perkataan. Menurut saya, sesuatu dikatakan bahagia apabila sampai pada perasaan lega, tenang, tersenyum dengan ikhlas, dan merasa cukup. Salah satu kunci agar kita dapat merasa banyak banyak bahagia adalah sering mengucapkan terimakasih, alhamdulillah dan tersenyum. Selain itu mengurangi mengeluh dan membanding-bandingkan diri kamu dengan orang lain.

Nah khusus kalimat terakhir di atas, itu sangat penting. INGAT!!!!! STOP MEMBANDINGKAN APA YANG ORANG LAIN PUNYA DAN RASAKAN DENGAN KAMU SENDIRI. Jadi ingat pribahasa “Rumput tetangga lebih hijau dibandingkan rumpuy di halaman sendiri”. Itu pribahasa memiliki arti bahwa manusia kebanyakan lebih sering melihat kalau orang lain lebih bahagia, lebih sempurna, lebih sukses, lebih lebih lainnya deh. Padahal kita tidak tahu, bisa saja sebenarnya kita lah yang lebih dari mereka. Hanya saha kita itu sifatnya KURANG MERASA BERSYUKUR.  Nah kalau begini jadinya bagaimana? Caranya balikkan lagi ke diri kamu sendiri, yuk mulai berubah.

Balik lagi ke topik awal. Bahagia itu sederhana. Terkadang orang menganggap memiliki mobil mewah yang berharga milyar milyar (dengan jumlah angka nol banyak amat) bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga. Padahal tidak juga. Malah begini, biasanya mobil mahal itu kapasitas daya angkutnya sedikit. Berarti hanya sedikit anggota keluarga yang bisa keangkut. Wah sayang amat yah. Jadinya gak bisa bareng dengan orang-orang yang dicintaia lebih banyak. Heheheh tapi itu balik ke pribadi masing-masing yah. Saya gak bisa nge “judge” begitu juga sih.

Intinya begini, bahagia gabharus punya uang banyak.

1. Bisa bangun d pagi hari, seharusnya kamu bahagia.

2. Punya keluarga dan teman-teman serta sahabat yang menyayangi kamu dengan tulus juga bahagia.

3. Kamu masih bisa sholat, berdoa dan pergi ke tempat ibadah juga bahagia

4. Kamu masih bisa melihat kebesaran Alloh juga bahagia

5. Kamu masih mendapatkan senyum dari orang lainataubkamu masih bisa memberikan senyum kepada orang lain juga bahagia.

6. Kamu bisa meraskaan kasih sayang, cinta, memberikan perhatian, melindungi orang yang kamu sayangi juga bahagia

7.Dan masih banyak lagi hal yang bisa membuatmu bahagia tanpa diukur oleh materi

Intinya mah, apapun itu BERSYUKURLAH. Bersyukur sebanyak-banyaknya, berbagi sebesar-besarnya dan seluas-luasnya, dan tersenyum selebar dan seikhlasnya. Karena bahagia gak hanya dari uang saja.

Semoga bermanfaat yah share hari ini.

Gambar di bawah, saya ambil ketika imlek di selatpanjang dimana satu keluarga besar menggunakan odong-odong untuk jalan-jalan.20150223_180357~2~2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: