Tahapan Pengurusan BPJS Kesehatan dari Penerima Upah ke Mandiri

Published August 16, 2016 by dita8

​Saat ini setiap warga Indonesia sebenarnya diwajibkan untuk memiliki kartu BPJS Kesehatan. Walaupun pada kenyataannya masih banyak warga Indonesia yang belum tergerak ataupun berniat untuk mengurus pembuatannya. Selain itu, juga banyak masyarakat yang sudah memiliki namun tidak melanjutkan keaktifan keanggotaan dari BPJS tersebut dengan tidak membayarnya. 


Seluruh karyawan atau pegawai di semua instansi ataupun perusahaan wajib memiliki kartu BPJS. Walaupun di perusahaan sendiri kebanyakan sudah memiliki fasilitas asuransi yang menjamin biaya kesehatan para karyawan. Kepemilikan kartu BPJS ini diharuskan sebagai antisipasi manakala karyawan tersebut sudah tidak menjadi karyawan lagi dan membutuhkan biaya untuk menikmati fasilitas kesehatan yang ada. 
Akan tetapi, bukan berarti setelah karyawan lepas dari perusahaan maka nomor BPJS bisa langsung digunakan mandiri baik untuk pembayaran ataupun menikmati fasilitasnya. Melainkan mantan karyawan tersebut harus mengurus pemindahan keanggotaan yang hanya bisa dilakukan secara offline di kantor-kantor BPJS Kesehatan yang ada di Indonesia. Ada beberapa persyaratan dan hal-hal yang harus di siapkan dan dilakukan oleh kantan karyawan sebelum melajukan kepengurusan. Apa saja itu, berikut di antaranya:
1. Pastikan kembali ke pihak HRD perusahaan sebelumnya bahwa pihak perusahaan telah menutup status BPJS Kesehatan karyawan sebagai penerima upah. Hal ini dikarenakan apabila belum dilakukan perusahaan maka kita tidak bisa melakukan proses pemindahan kepesertaan. 
2. Siapkan beberapa persyaratan sebelum pergi melakukan kepengurusan, yaitu:

A. Mengisi Formulir pendaftaran pembuatan kartu BPJS kembali. Formulir ini bisa kita dapatkan di kantor BPJS terdekat. Isilah dengan lengkap sebagaimana kita mengisi seperti dulu ketika pembuatan pertama. 

B. Siapkan Fotokopi KK, KTP, dan surat telah berhenti bekerja ( surat ini kita dapatkan dari HRD perusahaan lama).

C. Siakan pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar berwarna dan kita tempelkan di bagian bawah formulir, yaitu pada kotak yang telah disediakan.
3. Pergilah ke kantor BPJS lebih awal untuk mengambil nomor antrian kepengurusan. Dikarenakan banyaknya masyarakat yang melakukan kepengurusan kepesertaan BPJS ini maka disarankan sudah ikut mengantri dari jam setengah 7 pagi walaupun nomor antrian baru akan dibagikan jam 8 pagi. Dalam satu harinya, pihak BPJS membatasi sebanyak 100 warga yang akan mengurus kepesertaan BPJS Mandiri. Hal ini dikarenkan waktu kerja yang mereka miliki bukanlah 24 jam. 
4. Setelah anda mendapatkan nomor antrian silahkan menunggu hingga nomor anda di  dan diproses oleh karyawan BPJS Kesehatan.


Pada dasarnya kepengurusan pemindahan status keanggotaan BPJS Kesehatan ini tidak membutuhkan waktu yang lama, kurang lebih hanya 5 menit asalkan semua persyaratan sudah sesuai. Namun, dikarenakan antrian yang panjang (terutama kita dapat nomor antrian besar) maka mengakibatkan kita harus menunggu waktu yang lama. Disarankan untuk perbanyak ber-husnudzon, teman dan saudara serta membawa minum dan cemilan. Jika anda bukan tipe orang yang suka mengobrol maka bisa membawa buku untuk salah satu cara pengusir kebosanan.
Itu tadi sedikit informasi terkait tahapan penguruaan perpindahan keanggotaan BPJS Kesehatan. Semoga informasi tersebut dapat membantu dan menambah wawasan kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: